Tips Wawancara Kerja : Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis.

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri. Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.

“Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik.

Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.

Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.

Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

• Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
• Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap,ngejreng).
• Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
• Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
• Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.

Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.

Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
• Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
• Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
• Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
• Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
• Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
• Siapakah yang membiayai studi anda?
• Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
• Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
• Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
• Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
• Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
• Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
• Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :
• Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
• Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
• Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
• Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
• Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
• Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
• Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
• Apakah yang anda cari dalam bekerja?
• Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
• Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!

sumber: Head Hunter Team


61 Comments to “Tips Wawancara”

  1. mahadarma | 12 November 2007 at 6:59 am

    Bisa ga minta contoh apa yang ditanyakan, tip dan trick interview cpns.thanx

  2. Lowongan Pekerjaan | 12 November 2007 at 3:26 pm

    silahkan lihat di tips wawancara cpns

  3. peduli | 12 December 2007 at 11:48 pm

    tips yang diberikan sangat standar,
    tidak memberi jawaban praktis,

  4. aries_1980dwiyantoro | 18 December 2007 at 7:49 am

    BAGUS ARTIKEL ANDA…
    SEPERTI PENGALAMAN SAYA…
    SAMPAI TAHAP WAWANCARA, SAYA PASTI GAGAL…

  5. takut wawancara | 27 December 2007 at 4:30 pm

    waduuuuwww…wawancara saya selama ini selalu berjalan menyenangkan.
    pihak pewawancara juga nampaknya merasa senang, tapi kenapa saya sering skali gagal dalam tahap wawancara ya?
    tolong beri tips contoh wawancara dan jawabannya dong..
    makasih

  6. dicky | 24 January 2008 at 7:28 pm

    aq masih gak paham,tiap kali wawancara HRD masih lolos.Tapi klo user ga lolos,karena yang mewawancarai banyak orang.gimana trik nya

  7. Ninda Imoetz | 16 February 2008 at 10:15 am

    aku juga sering gagal wawancara, tiap kali ditanya kenapa ingin bekerja disini?

  8. Ninda Imoetz | 16 February 2008 at 10:18 am

    bagaimana kita bisa tahu seluk beluk perusahaan tersebut bila di internet tidak ditemukan profil perusahaan tersebut.

    bagaimana seharusnya kita menjawab apa kelemahan anda–>contohnya

    terimakasih

  9. Ninda Imoetz | 16 February 2008 at 10:21 am

    bagaimana kita bisa membedakan mana perusahaan yang betul dan mana perusahaan yang terselubung atau bohongan

  10. Diyu | 26 February 2008 at 5:48 pm

    menurut yang saya baca sangat bagus,

    tapi cara mengtakan brapa gaji yang anda inginkan
    saya kurang ngerti atau kurang jelas penjelasannya

  11. handsome | 16 March 2008 at 9:09 pm

    kenapa sih harus ada wawancara ? kan udah dibuktiin lewat tes tertulis dan parkatek, apalagi kalau kita mendapatkan nilai tertinggi. udah pasti dong kalau kita layak untuk diterima. wawancara itu bikin bete’ juga bikin kesel. soalnya saya sering gagal di tes wawancara. padahal udah nyiapin jawaban yang terbaik,masih juga gagal.

  12. indah | 30 March 2008 at 2:09 pm

    siang mba aku mau tanya donk kalau wawancara aspek wawancara itu biasanya menanyakan apa sih!soalnya aku mo tes perusahaan BUMN, please jawab yea,urgent..

    thanx for the attention

  13. Farah Diba | 2 April 2008 at 10:05 am

    Aduh….aku masih Fresh Graduate, jadi untuk wawancara yang saya sudah alami, kebanyakan para HRD berbicara kepada kita selayaknya dengan teman, jadi biasanya para pelamar asal saja menjawab…
    jadi hati-hati bagi para pelamar yang mau wawancara, tetapi HRD bertanya sambil diselingi senda gurau hehehe…

  14. iwan tandjung.padang-painan | 5 April 2008 at 1:03 pm

    saya sangat tertarik dengan trick dan cara yang ibu diberikan karena sama dengan yang saya jalani dan ternyata pass banget buat saya.saya sekarang masih kerja di Cargill CTP HSL Kalimantan Barat,Ketapang.thank’s

  15. Lentera | 5 April 2008 at 2:54 pm

    Ini pengalaman w wawancara. biarpun uda banyak baca tips nya, tapi pas baca komentar diatas ehhhh mala jd ga percaya diri. jangan ngomong gagal terus napa. …
    w kn jd atut!!!
    gimana donk massss…

  16. Inge | 8 April 2008 at 5:49 pm

    Sebenarnya, yang penting PD aja ngadepinnya, kalo HRD bertanya seperti teman, jawabnya juga tetap terarah, dan jangan terbawa menjadi santai juga, tapi jangan tegang juga, karena jadi ngga bagus diliat. Yang penting persiapkan jawaban sebaik mungkin.

  17. noviel | 11 May 2008 at 12:52 am

    apa sih yang paling penting di nilai oleh HRD or tim wawancara dalam menilai seseorang mass….?! tolomg informasinya dong

  18. lita | 15 May 2008 at 11:36 am

    saya sih punya pengalaman wawancara di NGo tapi udah lama dan saya jawab seperti tips2 di atas, tapi sekarang saya bingung karna kali ini saya coba lamar di lembaga pemerintahan biasanya yang mewawancara bukan dari HRD tapi dari staff di lembaga itu,kalau boleh minta Tipsnya….

  19. ping | 17 May 2008 at 7:10 pm

    trmksh infonya. sangat membantu.

  20. siti | 26 May 2008 at 10:06 am

    apakah ada tips khusus buat org yg baru pertama kali ikutan wawancara?soalnya saya sekarang kelas3 dan berniat mau mencari pekerjaan, apa tips tersebut berlaku buat saya?

  21. tyas | 27 May 2008 at 11:51 am

    ih bagus bgt tips nya
    kemarin saya juga baru wawancara yang pertanyaanya sejibun…saya ngrasa udah optimal,tapi saya gagal.
    setelah dapat info tips tadi,wuih,sekarang saya tau letak kesalahan saya,sekarang saya tau kenapa saya gagal.
    akan saya ingat tipsnya…chayo!!
    thanks

  22. diana Semarang | 27 May 2008 at 1:52 pm

    Salam kenal,

    aq masih new dalam bersaing dalam mencari pekerjaan tapi saya masih merasa yakin kalau saya berhasil dalam menghadapi tes wawancara

    walaupun saya sudah pernah menghadapi tes wawancara saat ada tes wawancara di school dalam memasuki DUDI dan saya berhasil ….

    saya mau tanya bagaimana cara menambah kepercayaan diri dalam menghadapi tes wawancara?

    Terima kasih.

  23. eri | 20 July 2008 at 11:43 am

    Halo, aku tahun ini ikut ujian cpns depkeu. mo tanya dong pas wawancara pakai bhs inggris gak?.
    trus terang takut juga soalnya jarang praktekin bhs inggris :-(

  24. donny | 6 August 2008 at 12:07 am

    tolongin saya dong?? saya sudah 1 tahun mencari pekerjaan. sudah pernah mengikuti tes pesikotes, pengetahuan umum, dll.tetapi mengapa kegagalan selau di tes terakhir yaitu Wawancara. tolong ya

  25. YOELI | 23 August 2008 at 12:39 pm

    Duuuuhhh…!!!!!
    gimana ya…, tetep ja susah menghadapina, walaupun da berusaha semaksimal mungkin….
    lom jodoh x ya…….

  26. didit | 31 August 2008 at 6:29 am

    artikel yang sangat menarik
    sangat membantu saya untuk mengadapi
    wawancara tanggal 8-9 sept nanti
    doain saya ya temen2….!
    thanks to head hunter team
    visit me ya….!
    http://www.vtronik.tk

  27. Agus Siswanto | 2 September 2008 at 12:27 pm

    pemaparan yang sangat jelas & cukup membuat orang faham kemana dan apa yang harus di lakukan. saya jg berkerja di mining company di kalimantan timur (kab.Paser)
    menurut saya cara HRD mewawancara calon karyawan berbeda-beda, jd kita harus lebih bisa mencari cara atau solusi sendiri dlm menghadapi wawancara itu. jd paparan di atas sangat membantu pemula atau yg baru mau berkerja.

  28. cheriz | 10 September 2008 at 9:54 am

    kalau pas interview, kita diminta untuk presentasi diri or mendiskripsikan diri kita sendiri…? nah loh….nie yg bikin repot

    please ada saran gak?, jawabannya bagaimana?

    thank’z b4

  29. dy | 22 September 2008 at 3:48 pm

    bagus bgt, ternyata semuanya ditentuin dengan wawancara, sebagus apapun nilai kita kl g bisa jawab pertanyaan dengan pintar dan gerak tubuh yang bagus kita g bakalan lulus…..

  30. RazValian | 17 October 2008 at 8:50 am

    RELATIF!!

    wawancara merupakan sebuah penilaian yg sangat subjektif dari seorang/para pewawancara yg merasa mengenal kepribadian seseorang hanya dari 1 sesi selama 30-60 menit dengan 15-30 pertanyaan. Tidak adil memang, namun merupakan hak perogatif dan juga merupakan refleksi sikap dari mereka sebagai pihak yg “dikejar2″ oleh para kandidat, selayaknya ratusan pria yg berusaha memenangkan hati seorang gadis-sok jual mahal itu pasti. yg toh pada akhirnya kepribadian dan karakter masing2 kandidat akan disamaratakan dan disatu visikan lg dlm suatu diklat/training dan semacamnya. Sekali lagi hal iu relatif, faktor Luck yg banyak berperan.

  31. gara | 30 October 2008 at 12:04 pm

    Artikel yang sangat bagus.
    tetapi pada kenyataannya sekarang banyak perusahaan yang memilih calon pegawainya lewat koneksi. tragis!!!

  32. Syafril | 5 November 2008 at 11:15 am

    saya juga ada tips nih, berdasar pengalaman saya:

    Tips dan trik langsung diterima kerja di 10 menit pertama wawancara

    siapa tau ada yg butuh ^_^

    anekatipsku[dot]blogspot[dot]com

  33. dhwy | 9 November 2008 at 10:22 am

    saya biasanya selalu gugur pada saat wawancara, bagaimana cara menjawab sebutkan kelemahan dan kelebihan anda, dan jelaskan mengapa anda layak kerja di perusahaan kami. tolong kash tah jawabanya terima kashi atau kirim ke email saya blabla2305@yahoo.co.id

  34. g-no | 10 November 2008 at 10:10 am

    pokoke jgn pernah nyerah,sekali wawancara tetep wawancara…jgn wawancari atawa cari wawan,karena gak bakalan ketemu…dah nyemplung sumur. ajang uji nyali tu, sebenernya bagus. karna bikin orang mandi keringet.apalagi keringetnya bau,pasti pewawancara ntu langsung ngusir anda.kayak pengalaman saya,gagal mulu karena memang belom pernah wawancara…he..he..

  35. ramigez | 10 November 2008 at 12:38 pm

    karena saya fresh graduated,apabila saya ditanya “mengapa anda ingin bekerja disini” apa yang harus saya jawab?walaupun mungkin saja sebenarnya saya tidak begitu menyukai kerja di perusahaan tsb,tetapi karena untuk mencari pengalaman dan batu loncatan saya ingin bekerja yang tidak usah pilih2 dulu. tolong di jawab ke email saya,terimakasih.

  36. robi | 10 November 2008 at 8:20 pm

    bagai mana cara membalikkan pertanyaan yang menjebak diri kita sendiri..

  37. wulan | 13 November 2008 at 2:23 pm

    isi wawancara itu relatif. kriteria yang diinginkan jg beda-beda. pewawancara juga sprtiya punya misteri yang gimanaaa gitu. menurut qt bisa lolos tapi tnyta mreka berkata lain.
    belum rejeki mungkin..
    slalu gagal di wawancara user..

  38. @dib | 14 November 2008 at 7:13 pm

    stujuu.. bukan hanya lo2s ujian aja sudah meyakinkan perushaan utk nerima kita. Kalo ga pd n ga bisa ngomong ddpn org percuma aja bozz.. tetep usaha n berdoa. semangat broo..

  39. yugie | 29 November 2008 at 9:14 am

    hoiiiii…..temen2 ikutan yah!!!artikel yang bagus, jadi nambahin pengetahuan gw yang blm berpengalaman ttg dunia kerja, Tapi kalo boleh nanya, kalo misalnya kita pengen kerja “part Time” itu gimana ya???
    awal gw ajuin lamarannya, trs perbedaan sistem kerjanya am yang bukan “Part Time” gmn???

    sori ya….gw minta bantuannya dr temen2…soal lagi butuh bgt untuk ngisi waktu luang kuliah….

    Thx….

  40. diXie | 2 December 2008 at 8:30 pm

    saya selalu grogi’e pada saat wawancara kenapa bisa begitu???

  41. richie | 9 December 2008 at 9:42 pm

    bagaimana mengatasi ketika kita diberi pertayaan yang menguji mental kita sehingga mempengaruhi kondisi psikologi kita?

  42. andi djusman | 11 December 2008 at 9:02 pm

    sering-seringlah ikut wawancara walaupun itu tidak ada panggilan karna kadang kesalahan dalam wawancara tarjawab saat wawancara berikutnya. INGA…INGA.. kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Thanks..

  43. gHuNk.. | 19 December 2008 at 11:27 am

    tHats good..
    saya udah ngJalanin puLuhan interview..
    n pertaNya anNya ga pernah Lpas dr yg udah d bahas d atas.
    skrang saya bKerja d HoteL bintang 5 JKT sbgai SPV dgn usia 25 thun..
    smangat trus buat para job seeker!!!
    jgn prnah Nyerah..
    nasib Qta ada d tangan Qta sNdiri..
    caYoOo..!!!..

    .

  44. Nominanda Br Ginting | 20 December 2008 at 1:07 pm

    Bagaimana Saya Bisa Kuliah?sedangkan,saya kerjanya dari jam 10 pagi sampe 9 malam.saya pengen kuliah tapi gak bisa .saya juga pengen kerja yang sip2an tapi saya takut kalu ntar ngak dapat.trus apalagi saya kan merantau ke Jakarta.Saya pengen keluar dari pekerjaan saya sekarang cuma saya takut kalau ntar ga dapat di perusahaan yang saya lamar………..

  45. erbe | 2 January 2009 at 10:53 pm

    artikel yg anda buat kebanyakan sama dengan apa yang ditanyakan sewaktu wawancara, saya selalu lolos tapi gagal di tes kesehatan

  46. ibnu | 10 January 2009 at 9:24 am

    saya dulu pernah bekerja di suatu perusahaan kontraktor di jakarta sebagai adm. project, tapi setelah 3 bulan dari bulan februari- mei 2008 bekerja saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena saya sudah bosan dengan pekerjaan itu, selain itu dalam 1 minggu bekerja, bisa dikatakan saya hanya bekerja selama 2 hari saja, selebihnya saya mendapat gaji tanpa bekerja aktif. hal itu dikarenakan sedikitnya pekerjaan yang saya tangani.sehingga saya merasa jenuh dan pengalaman saya tidak bisa berkembang.
    setelah saya keluar dari perusahaan itu, saya sudah berulang kali wawancara kerja, setiap saya ditanya mengenai alasan keluar, saya menjawab karena saya jenuh dengan lingkungan jakarta, karena kepenatan, kemacetan di jakarta, sehingga saya memutuskan keluar.
    1. Yang saya mau tanyakan, apakah jawaban tersebut merupakan alasan kenapa sampai sekarang setiap saya tes wawancara saya selalu gagal?
    2. Menurut anda, jawaban apa yang seharusnya saya sampaikan bila ditanya mengenai alasan keluar kerja?

  47. ina | 12 January 2009 at 11:27 am

    sangant menarik sekali tip-tip anda…
    semoga bermanfaat bagi kita smua ya,heeee

  48. MirZa | 14 January 2009 at 2:49 am

    ya semoga aja dengan teknik”/tips” di atas gw besok bisa tenang dan lulus ujian wawancara. Doain gw ye…
    thank’s

  49. ARIF SETIAWAM | 25 January 2009 at 7:54 pm

    tolong donk jawab dan singkat aja, pertanyaan yang sering muncul seperti diatas biar nantinya saya kembangkan sendiri pertanyaan..,trims sblmya

  50. reggie | 12 February 2009 at 1:54 am

    kalau pas interview, kita diminta untuk presentasi diri or mendiskripsikan diri kita sendiri…? nah loh….nie yg bikin repot

    please ada saran gak?, jawabannya bagaimana?

    thank’z b4

  51. reggie | 12 February 2009 at 2:03 am

    saya belum pernah di wawancara tp siap_siap ja pada saat di wawancara, bagaimana cara menjawab sebutkan kelemahan dan kelebihan anda, dan jelaskan mengapa anda layak kerja di perusahaan kami. tolong kash tah jawabanya terima kashi atau kirim ke email saya perdana_reggy@yahoo.co.id

  52. pita | 18 March 2009 at 4:09 pm

    bagaimana cara tawar-menawar gaji yang dibayarkan nantinya dengan cara yang langsung fokus….????

  53. mantri | 4 April 2009 at 10:52 am

    sering2 aja diperbaharui aja. apalagi aku kamarin baru aja ikutan wawancara.gerogi sih. makasih deh semuannya

  54. feulan | 7 April 2009 at 11:52 am

    ah bosen tiap kali selesai wawancara selalu dibilang tunggu kabar selanjutnya, tapi kalo ditanya kira-kira berapa lama cuma bilang ditunggu aja. jadi bingung dan penuh ketidakpastian gitu.

  55. hamz | 13 April 2009 at 8:33 pm

    ni klo tips2 kayak gini dah di masukin ke internet, perusahaan2 gak ganti pertanyaan2 sama jwbn2 yg dikejarnya apa ya ?

  56. olliey | 21 April 2009 at 11:48 pm

    tips wawancaranya bagus bangat…..ada lagi gak ni pertanayaan yang menjebak seperti diahadapkan pada sebuah pilihan/choice? ;

  57. musa as'ari | 28 April 2009 at 7:11 pm

    Jawaban yang tepat adlah, simpel dan realistis serta banyak-banyak berdo’a. Ingat manusia lahir sudah ditentukan RIZKInya….

  58. kaya dari online | 11 May 2009 at 3:03 pm

    Dari semuannya yang terpenting adalah persiapan yang matang dan terarah, cari dulu info pekerjaan yang akan di lamar, kan infonya banyak di internet, jangan berpenampilan asal2an, bisa tidak diterima bila terlalu banyak becanda atau minta gaji yang sangat tingi diluar kemampuan Anda
    semoga sukses

    http://kayadronline.cjb.net

  59. kaya dari online | 11 May 2009 at 3:05 pm

    wawancara pada intunya adalah pengenalan karakter, maka pelajari karakter yang di minta
    bila pekerjaan banyak meneliti dan menganalisa, maka jangan banyak becanda, tapi kalau pekerjaan sales atau marketing harus mengarahkannya kepada hasil oriented
    semoga berhasil

  60. Dhina | 21 May 2009 at 8:28 pm

    Ehm. . . .bgus jg artikel yg anda muat.^^ brmanfaat skali meski aku bcanya mpek ngantuk2.wkakakaka

  61. rico | 27 May 2009 at 11:17 pm

    oalaahhh… dari sekian banyak yg
    ngasi respon, baru sekitar 5 ora
    ng yang sukses dalam wawancara.
    yang lain bakal kemana tuh…

Leave a Comment